| Sejarah SMP Strada Bhakti Utama |
|
Gagasan awal lahirnya sekolah Strada Bhakti Utama dimulai pada tahun 1980-an dan dengan latar belakang bahwa di daerah Pesanggrahan, Jakarta Selatan ini pada tahun tersebut sudah banyak umat Katolik yang pada umumnya adalah keluarga muda. Sekolah Katolik terdekat yang ada saat itu hanyalah Tarakanita dan Pangudi Luhur, yang sebenarnya jaraknya terlalu jauh bagi ukuran anak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk berangkat dan pulang sekolah sendiri. Tidak menutup kemungkinan saat itu pada umumnya para orang tua sibuk bekerja dan tak mungkin dapat mengantar serta menjemput putra-putrinya ke sekolah karena harus bekerja, sementara jasa antar-jemput yang ada tidaklah menjangkau tempat tinggal di daerah sekitar Pesanggrahan. Maka yang terjadi banyak anak-anak Katolik saat itu bersekolah di sekolah umum non-Katolik.
Besar keinginan agar putra-putrinya mendapat pendidikan dan bimbingan agar berkembang iman Katoliknya. Untuk merealisasikan keinginan tersebut ada beberapa tokoh umat Katolik yang juga tinggal di daerah Pesanggrahan yang bekerja sama untuk mempelopori berdirinya sekolah Katolik ini. Gagasan itu mulanya diajukan ke seorang Pastor di Paroki Yohanes Penginjil (Blok B), kemudian diajukan ke Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), tetapi sayangnya gagasan tersebut ditolak. Mereka tidak menyerah begitu saja. Mereka meneruskannya dengan menawarkan ke beberapa lembaga pendidikan Katolik dan yang bersedia hanya satu lembaga. Akhirnya Yayasan Strada inilah yang menjadi pengelolanya. Awal mulanya didirikanlah TK Strada Bhakti Utama dengan menggunakan bangunan berupa garasi rumah Ibu Mengkor di Komplek Unilever, Pesanggrahan. Kemudian muncullah Tingkat Sekolah Dasar (SD) dan diikuti dengan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Strada Bhakti Utama pada tanggal 1 Juli 1983. Sampai saat ini SMP Strada telah melahirkan 25 angkatan dengan jumlah sebagai berikut :
Dalam perkembangannya, jumlah siswa yang terdaftar terus meningkat setiap tahunnya. Dan sejak tahun 1990, pertambahan jumlah siswa melonjak dengan interval 300-350 siswa. Sampai saat ini sudah berganti kepala sekolah sebanyak tujuh kali dengan susunan sebagai berikut :
|




Profil 